Loading...

Guru Kreatif di Era Digital

Yayasan BOPKRI by Written by  Yayasan BOPKRI

Kemajuan teknologi sudah berkembang dengan sangat cepat. Sampai-sampai, tingkat adopsinya pun sudah menyentuh hingga kalangan anak-anak.

Nah, fenomena ini rupanya berpengaruh terhadap aktivitas mereka di bangku sekolah. Kebanyakan sekolah saat ini dinilai sudah tidak cocok dengan gaya mengajar tradisional.

Rani S. Burchmore, Regional Head of Education Practice Dell mengatakan, demi
menyongsong era pendidikan di abad 21 ini, para guru sebaiknya berhenti mengajar dengan cara mendikte muridnya.

"Sebaliknya, guru lebih baik berada dalam posisi sebagai seorang fasilitator. Sebab, ketika masuk ke kelas murid-murid ini sudah terhubung dengan informasi," tukasnya.

"Jadi yang mereka butuhkan adalah interaksi. Guru seharusnya dapat membantu murid untuk mengkonsumsi informasi itu," Rani menambahkan.

Wanita yang juga seorang pengajar ini mewanti-wanti, jika metode pengajaran para guru tak mengikuti perkembangan jaman. Maka ditakutkan akan berdampak negatif terhadap si anak sendiri. Seperti ponsel, mereka bisa saja switch-off atau berhenti berkreasi.

Leave a comment

Make sure you enter the (*) required information where indicated. HTML code is not allowed.

LokasiYayasan BOPKRI!

 

Contact Form

Informasi

BOPKRI berdiri sejak 18 Desember 1945 dengan tujuan mencerdaskan kehidupan bangsa Indonesia melalui usaha mendirikan sekolah jenjang Taman Kanak-Kanak (TK), Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), Sekolah Menengah Atas (SMA), dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Hingga saat ini BOPKRI memiliki 61 sekolah yang tersebar di berbagai wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Sejumlah 61 sekolah berada pada jalur pendidikan formal (TK, SD, SMP, SMA dan SMK) dan 2 KB pada jalur pendidikan nonformal.

Alamat

Yayasan BOPKRI
Jalan Juwadi No.12
Yogyakarta, Indonesia

Lihat Lokasi